Implementasi Kaidah Dar’u al-Mafāsid Muqaddamun ‘alā jalbi al-Maṣāliḥ dalam Praktik Penangkapan Ikan dengan Setrum
Implementation of the Principle Dar’u al-Mafāsid Muqaddamun ‘alā Jalbi al-Maṣāliḥ in the Practice of Electrofishing
DOI:
https://doi.org/10.36701/muntaqa.v2i5.3283Keywords:
Implementation of the Principle Dar’u al-Mafāsid Muqaddamun ‘alā Jalbi al-Maṣāliḥ, fishing, electrofishingAbstract
This study examines the implementation of the fiqh principle Dar’u al-Mafāsid Muqaddamun ‘alā Jalbi al-Maṣāliḥ in the practice of electrofishing. The research aims to analyze the practice of fish capture using electric shock devices, identify its impacts on the environment and society, and examine its perspective in Islamic law. This study employed a qualitative descriptive method with a library research approach through normative juridical and conceptual approaches. The results of the study indicate that the practice of electrofishing is carried out by channeling electric currents into the water to ficilitate catching fish in a short time and obtaining larger catches. However, this method causes greater mafsadah (harm), including damage to aquatic biota habitats, disruption of ecosystem balance and biological chains, the death of small fish and other aquatic organisms, the decline of fishery resource sustainability and risks to humam safety due to electronik shock. From the perspective of Islamic la, the mafsadah caused is greates than the maslahah (benefit) obtained. Therefore, based on the principle of Dar’u al-Mafāsid Muqaddamun ‘alā Jalbi al-Maṣāliḥ such practices are considered unjustifiable because preventing environmental damage must take precedence over obtaining temporary benefits. This study contributes to the development of Islamic environmental jurisprudence in addressing contemporary environmental issues.
Downloads
References
Al-Abd al-Lathif , Abdurrahman ibn Shalih. Al-Qawaid wa al-Dhawabith al-Fiqhiyyah al-Mutadhamminah li al-Taisir. Cet. I; al-Madinah al-Munawwarah: Imadah al-Buhuts al-Ilmi bi al-Jami’ah al-Islamiyah, 1423.
Abdurrahim, Amaluddin. Nihayatu al-Sul fi Syarhi Minhaji al-Wushul `ila ‘Ilmi al-Ushul. Cet. I; Beirut: Dar Ibnu Hazm, 1999.
‘Abd al-Ghaffār, Muhammad Hasan. Al-Qawā‘id al-Fiqhiyyah baina al-Aṣālah wa at-Tawjīh. t.Cet. t.t.p. t.p. t.th.
Abū al-Ḥusayn Muslim ibn al-Ḥajjāj ibn Muslim al-Qushayrī al-Nīsābūrī. Al-Jāmi‘ al-Ṣaḥīh. Cet. I; Turki: Dār al-Ṭibā‘ah al-‘Āmirah.
Abū ʿAbdillāh Muḥammad ibn Ismāʿīl al-Bukhārī al-Juʿfī. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Cet. V; Damaskus: Dar Ibn Katsīr.
Al-Anṣārī al-Qurṭubī,Abū ‘Abdillāh, Muḥammad ibn Aḥmad. Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’Ān. Cet. II; Kairo: Dār al-Kutub al-Miṣriyyah, 1384.
Anugrah. “Literature Review Potensi dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Laut di Indonesia.” Jurnal Sains Edukatika Indonesia (JSEI) 3, no. 2 (2021).
Bucater,Luciana, “Fishing with electricity: what is it and how does it work?” 2023, https://www-flow--mer-org-au.translate.goog/stories/electrofishing-what-is-it-and-how-does-it-work?_x_tr_sl=auto&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc.
Al-Burnu, Muhammad Shidqi. Al-Wajiz fi Idhah Qawaid al-Fiqhiyyah. Cet. V; Beirut: Muassasah al-Risalah, 1422.
Emerson, Ergi Ahmad. “Praktik Penangkapan Ikan Menggunakan Alat Setrum menurut Pidana Islam (Studi di Desa Pulau Panggung Kecamatan Pajar Bulan Kabeupaten Lahat).” Palembang: Fak. Syariah dan Hukum UIN Raden Fatah Palembang, 2022.
Al-Ghazi, Muhammad Shidqi bin Ahmad bin Muhammad Āl Burnu Abu al-Ghazi. Al-Wajīz fī Īḍāḥ Qawā‘id al-Fiqh al-Kulliyya. Cet. IV; Beirut: Muassasah ar-Risālah al-‘Ālamiyyah, 1416.
Grok, "Bisa Sebabkan Kematian, Ketahui Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Tersetrum" 2025, https://www.merdeka.com/sehat/bisa-sebabkan-kematian-ketahui-apa-yang-terjadi-pada-tubuh-saat-tersetrum-325163-mvk.html?page=2
Hajar M. Model-Model Pendekatan dalam Penelitian Hukum dan Fiqh. Cet. I. Yogyakarta: Kalimedia, 2017.
Hasan, M Iqbal. Analisis Data Penelitian Statistik. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006.
Ibn Katsīr. Lubaabut Tafsir Min Ibn Katsīr (Cet. I; Arab saudi: Muassasah Daar al-Hilaal Kairo, 1414
Ibn Katsīr. Tafsīr Al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Cet. I; Arab saudi: Dār Ibn al-Jawzī li al-Nashr wa al-Tawzī‘, 1431.
Hermanto, Agus. Al-Qawaid al-Fiqhiyyah Dalil dan Metode Penyelesaian Masalah-Masalah Kekinian. Cet. I; Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi, 2021.
Infoakultur. “Skema Setrum Ikan: Teknik Terbaru Mengoptimalkan Penangkapan dengan Mudah!,” 2023. https://infoakuakultur.com/skema-setrum-ikan-teknik-terbaru-mengoptimalkan-penangkapan-dengan-mudah/.
Junardo, Khalifah. “Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan: Strategi Melestarikan Ekosistem Laut Indonesia,” 2024. https://www.datariau.com/detail/artikel/penangkapan-ikan-ramah-lingkungan--strategi-melestarikan-ekosistem-laut-indonesia.
Kementrian Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019.
Mudara, Nyoman. “Menyetrum Ikan, Manfaat, Kerugian, dan Resiko yang Mengancam,” 2022. https://dlh.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/91_menyentrum-ikan-manfaat-kerugian-dan-resiko-yang-mengancam.
Mulyo, Ahmad Mufrod Teguh. “Studi Analisis tentang Pelaku Pencemaran dan Pengrusakan Lingkungan menurut Islam dan Undang-Undang No 23 Tahun 1997 dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam.” Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial 12, no. 1 (2011).
Mutmainnah. “Tinjauan Maslahah terhadap Penangkapan Ikan dengan Alat Setrum di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang.” Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pare-pare, 2023.
Oktavianti, Salsa Dila Fitria. “Larangan Merusak Lingkungan yang Dijelaskan dalam Al-Qur’an,” 2025. https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8238914/larangan-merusak-lingkungan-yang-dijelaskan-dalam-al-quran.
Pratomo, Dian. “Cara Penangkapan Ikan yang Ramah Lingkungan: Menyelamatkan Laut dengan Gaya Santai,” 2024. https://tambahpinter.com/cara-penangkapan-ikan-yang-ramah-lingkungan/#Penangkapan_Ikan_yang_Ramah_Lingkungan.
Purnomo, Gery. “10 Jenis Alat Tangkap Ikan yang Umum Digunakan Nelayan di Indonesia,” 2026. https://www.melekperikanan.com/2026/03/10-jenis-alat-tangkap-ikan-yang-umum.html#google_vignette.
Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kelautan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021
Republik Indonesia. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 2004,” Dalam Undang-Undang Perikanan 2004. Jakarta: Dharma Bahkti
Rifai, Ahmad. “Pertanggung Jawaban Pidana terhadap Pelaku Penangkapan Ikan secara Ilegal Menggunakan Alat Setrum dan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.” Lex Suprema Jurnal 2, no. 2 (2020).
Siyāk, Diyāran. Al-Furū’ Al-Fiqhiyyah Al-MunDārijah Taḥta Qāi’dah al-Muẓannah Tunazzilu Manzilah Al-Muannah Jam’an wa Dirāsatan. Cet. I. al-Madīnah al-Munawwarah: al-Jāmi’atu al-Islāmiyah, 1341.
Soekanto, Soejono dan Sri Mamudji. Penelitian Hukum Normatif. Jakarta: Rajawali Pers, 2001
Al-Subkῑ, Tājjuddῑn. Al-Asybāh wa al-Naẓhāir. Cet. I; Beirut: Dār Kutub Alāmiyyah, 1411.
Tajerin, Risna dan Yusuf. ““Kontribusi Permintaan Akhir dan Teknologi terhadap Perubahan Output Sektor Perikanan Pendekatan Analisis Input Output.” Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan 3, no. 2 (2017).
Thalhah. “Kaidah Fiqhiyyah Furū‘iyyah dan Penerapannya pada Isu Kontemporer.” Tahkim 10, no. 1 (2014).
Undang-Undang Dasar (2004).
Watsiqotul dkk. “Peran Manusia Sebagai Khalifah Allah di Muka Bumi Perspektif Ekologi dalam Ajaran Islam.” Jurnal Penelitian 12, no. 2 (2018).
Zaidan, Abdul Karim. Al-Wajiz fi Syarh al-Qawaid al-Fiqhiyah. Cet.I; Beirut: Muassasah al-Risalah, 1422.
Al-Zarqa, Musṭafa Aḥmad. Qawa’id al-Fiqhiyyah. t.Cet; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2001.
Al-Zuḥaylī, Muḥammad Muṣṭafā. Al-Qawā‘id al-Fiqhiyyah wa Taṭbīqātuhā fī al-Madhāhib al-Arba‘Ah. Cet. I; Damaskus: Dār al-Fikr, 1427.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 AL-MUNTAQA: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







